ROTI Siap Go ASEAN

Sukses membangun pabrik baru di Filipina, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) sebagai emiten produsen roti bermerek Sari Roti berencana menguasai pangsa pasar Asean dengan membidik potensi pasar di negara lainnya. Oleh karena, kehadiran pabrik baru di Filipina merupakan langkah awal untuk penetrasi pasar lebih luas lagi di Asean.

”Rencana penetrasi pasar di Asean bukan berarti pasar lokal sudah jenuh, tetapi kita ingin menjadi pemain regional.”kata Direktur ROTI, Chin Yuen Loke di Jakarta.

Tidak sendirian dalam melakukan ekspansi, ROTI memilih Monde Nissin Corporation untuk membentuk joint venture (JV) bernama Sarimonde Foods Corporation. Anak usaha baru ini nanti bakal menjadi lini utama produksi roti di negara tersebut. Kerja sama ini diteken pada 18 Februari lalu. Dalam perusahaan patungan itu, ROTI menjadi pemegang saham mayoritas dengan menyetor USD6,78 juta atas kepemilikan 3,25 juta saham Sarimonde. Sementara, Monde menyetor USD5,62 juta atas kepemilikan 2,66 juta saham.

Semua produk akan mirip dengan produk di Indonesia. Manajemen hanya akan menyesuaikan rasa roti dengan selera konsumen di Filipina. Jumlah penduduk juga menjadi alasan utama ROTI memilih Filipina. Negeri ini berpenduduk 100 juta orang, terbanyak kedua di ASEAN.

Chin menambahkan, pembangunan pabrik yang mendekatkan diri dengan sumber permintaan menjadi strategi paling logis jika perseroan ingin melebarkan sayap. Sebab, produk ROTI tidak menggunakan bahan pengawet.

“Jadi, hanya tahan empat atau lima hari, tidak bisa untuk ekspor,” tandas Chin.

Semester I tahun ini, ROTI mencatat pertumbuhan pendapatan 15 persen menjadi Rp1,2 triliun ketimbang periode sama tahun lalu. Penjualan semuanya berasal dari penjualan domestik. Rata-rata utilisasi pabrik ROTI mencapai sekitar 55 persen.

“Ini juga menunjukan, pasar domestik itu belum jenuh,” tambah Chin.

Selain itu, perseroan juga mencatat laba bersih sekitar Rp128,8 miliar. Angka ini naik dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Rp114,82 miliar. ROTI menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih masing-masing 20 persen dan 10 persen. ROTI tidak berencana menambah pabrik baru tahun ini. “Tapi kalau produk baru, akan kami luncurkan semester II ini, tinggal menunggu konfirmasi BPOM,” ujar Chin.

Pada paruh pertama tahun ini, perseroan baru merealisasikan belanja modal 35 persen dari total Rp330 miliar yang dianggarkan tahun ini. Di sisi lain, perseroan akan mengejar pertumbuhan yang belum sejalan dengan target di sisa 2016. Disebutkan, penyerapan belanja modal yang sudah mencapai sekitar Rp115,5 miliar digunakan untuk menunjang semua kegiatan perawatan alat produksi.

sumber: okezone

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s