Menkeu Ragu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Mencapai Target

Menkeu Bambang Brodjonegoro menyampaikan pandangan pemerintah terkait Rancangan APBN 2017 dalam Rapat Paripurna ke-27 DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5). Pada rapat yang dihadiri 214 anggota tersebut, Menkeu memaparkan bahwa pada tahun 2017 pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3-5,9 persen, dengan asumsi makro inflasi 4 persen plus minus 1 persen, nilai tukar rupiah Rp 13.650-Rp 13.900 per dolar AS, lifting minyak 740-760 ribu barel per hari, lifting gas 1,05 juta-1,15 juta barel setara minyak per hari. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/16

Menkeu Bambang Brodjonegoro menyampaikan pandangan pemerintah terkait Rancangan APBN 2017 dalam Rapat Paripurna ke-27 DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (20/5). Pada rapat yang dihadiri 214 anggota tersebut, Menkeu memaparkan bahwa pada tahun 2017 pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,3-5,9 persen, dengan asumsi makro inflasi 4 persen plus minus 1 persen, nilai tukar rupiah Rp 13.650-Rp 13.900 per dolar AS, lifting minyak 740-760 ribu barel per hari, lifting gas 1,05 juta-1,15 juta barel setara minyak per hari. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/16

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini hanya bisa mencapai 5,1-5,2 persen. Angka tersebut lebih rendah dari ttarget pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negera Perubahan (RAPBNP) 2016 yaitu sebesar 5,3 persen.

Seusai menghadiri rapat dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bambang menuturkan, “Pokokny saya (pertumbuhan ekonomi 2016) 5,1 persen ok, 5,2 persen ok. Harus di atas 5 persen,” seperti dilansir CNN Indonesia.

Menurut Bambang, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang perekonomian dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen (year-on-year) dan investasi di atas 6 persen.

“Kalau konsumsi pemerintah ya normal saja, paling tumbuh 5 persen, tapi yang paling penting pertumbuhan dan dua itu, konsumsi dan investasi,” ujarnya.

Khusus untuk kuartal II, Bambang menyebutkan ada tiga faktor yang bisa mendongkrak perekonomian antara lain masuknya bulan puasa, musim panen yang bergeser dari kuartal I ke kuartal II, dan pencairan gaji ke-13 dan 14 Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Tren (pertumbuhan ekonomi kuartal II) akan lebih baik dari kuartal I mudah-mudahan,” ujarnya.

Sementara, sebagian anggota Komisi XI DPR menilai target pertumbuhan ekonomi pemerintah terlalu optimistis. Pasalnya konsumsi rumah tangga secara kuartalan sejak dua tahun lalu terus melambat. Tercatat, pertumbuhan konsumsi rumah tangga turun dari 5,3 persen pada kuartal I 2015 menjadi 4,9 persen pada kuartal I 2016.

“Kalau konsumsi rumah tangga ini jadi penopang pertumbuhan ekonomi, saya lihat 5,3 persen masih terlalu optimistis,” ujar Kardaya Warnika, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra.

Sementara, lanjut Kardaya, berbagai lembaga keuangan dunia juga memperkiran pertumbuhan ekonomi ada di bawah target pemerintah. Diantaranya IMF sebesar 4,9 persen, Bank Dunia 5,1 persen, dan ADB 5,2 persen.

Sarmuji, anggota Fraksi Golkar menilai target pemerintah yang terlalu tinggi tersebut karena dimasukkannya asumsi penerimaan dari kebijakan pengampunan pajak (tax amnesty) yang masih dibahas di DPR, sebesar Rp165 triliun.

“Kalau tax amnesty diikuti pengusaha di akhir tahun ini pasti kontribusi ke APBN kita tidak maksimal sehingga angka Rp165 triliun masih layak kami pertanyakan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s