Instagran Acuhi Protes Perubahan Linimasa Mirip Facebook

A Facebook Inc. employee demonstrates the new video feature with Instagram during an event at the company's headquarters in Menlo Park, California, U.S., on Thursday, June 20, 2013. Facebook Inc., operator of the largest social network, plans to unveil video-sharing tools, bringing its Instagram into closer competition with Twitter Inc., a person with knowledge of the matter said. Photographer: David Paul Morris/Bloomberg via Getty Images

A Facebook Inc. employee demonstrates the new video feature with Instagram during an event at the company’s headquarters in Menlo Park, California, U.S., on Thursday, June 20, 2013. Facebook Inc., operator of the largest social network, plans to unveil video-sharing tools, bringing its Instagram into closer competition with Twitter Inc., a person with knowledge of the matter said. Photographer: David Paul Morris/Bloomberg via Getty Images

Dalam 1 bulan kedepan, Instagram akan mengubah timeline (linimasa) penggunanya menjadi lini masa yang mirip dengan Facebook. Pengguna tak akan lagi melihat postingan terbaru yang sifatnya real-time, namun lebih ke postingan yang dianggap penting berdasarkan algoritma.

Mengutip berita Kompas Tekno, Sistem yang mirip Facebook itu sudah diumumkan sejak Maret lalu. Hanya saja, kala itu Instagram mengatakan bakal menguji coba sistem itu terlebih dahulu dan melihat respons pengguna.

“Berdasarkan pengamatan kami, pengguna lebih aktif mengomentari konten teman dan memberikan like,” kata juru bicara Instagram, sebagaimana tertera pada blog resminya.

Meski begitu, sejak awal inisiasi ini sudah memicu kontroversi. Banyak pegguna yang khawatir postingannya bakal tenggelam begitu saja jika linimasa berbasis algoritma ditetapkan.

Salah satu komentar di artikel blog terbaru Instagram bahkan mengisyaratkan kekecewaan pengguna yang mendalam.

“Ini menyebalkan. Jelas-jelas banyak yang tak suka, tapi kalian tetap tak mendengarkan masukan pengguna,” kata blogger bernama mmcconkey.

Namun tmpaknya tekad Instagram memang sudah bulat. Menurut layanan berbasis foto tersebut, linimasa berbasis algoritma akan mendatangkan lebih banyak manfaat. Pasalnya, saat ini basis pengguna aktif Instagram sudah di kisaran 500 jutaan. Satu pengguna bisa mengikuti ribuan akun sekaligus.

Karena terlalu banyak akun yang dimata-matai, rata-rata pengguna melewatkan 70 persen konten teman dari linimasa. Padahal, bisa saja konten yang terlewatkan adalah konten yang dianggap penting.

Untuk itu, dalam beberapa bulan ke depan, linimasa teratas akan diisi konten teman yang sesuai ketertarikan prioritas pengguna. Hal tersebut diketahui dari kebiasaan pengguna memberi “like” pada jenis konten tertentu. Selain itu, kedekatan hubungan pengguna dengan pengguna lain juga diperhatikan.

Meski begitu, Instagram sadar keputusannya dapat mengecewakan beberapa pihak. Untuk itu, “kami akan selalu mendengar respons pengguna,” tutur platform di bawah naungan Facebook tersebut.

Instagram juga menegaskan bahwa semua unggahan teman tetap tertera di linimasa tanpa ada yang dianaktirikan. “Hanya saja cara menampilkannya yang diubah,” begitu tulis Instagram.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s