Terbukti, Olahraga Efektif Tekan Rasa Lapar

Dari jurnal Medicine & Science in Sport & Exercise, yang memaparkan sebuah hasil penelitian baru yang menyatakan bahwa olahraga benar-benar efektif dalam menekan rasa lapar, setidaknya setelah Anda selesai berlari. Para peneliti juga telah mambandingkan hasil pengurangan kalori antara olahraga dengan diet makanan.

Dalam studi pertama, peneliti melihat perubahan hormonal dan perilaku dari 12 perempuan muda yang sehat selama sembilan jam pada satu hari. Satu kelompok perempuan berusaha mengurangi kalori dengan membatasi asupan makanan, sedangkan kelompok lainnya mengurangi kalori melalui latihan.

Para peneliti mendapati, mereka yang mengurangi asupan makanan lebih banyak memroduksi ghrelin, yang juga dikenal sebagai “hormon lapar”.

Wanita yang diet makanan juga mengonsumsi rata-rata 944 kalori ketika disajikan makanan prasmanan, sedangkan kelompok wanita yang memilih olahraga mengambil sekitar 660 kalori pada waktu yang sama.

Untuk studi kedua, peneliti ingin melihat apakah olahraga menimbulkan efek kelaparan pada wanita maupun laki-laki.

Ketika 10 laki-laki dan 10 wanita diminta untuk berjalan selama 60 menit pada periode pengujian tujuh jam, para ilmuwan tidak melihat perbedaan dalam tingkat lapar, hormon yang berhubungan dengan rasa lapar, atau asupan makanan.

Menurut Jackie Buell PhD, RD, asisten profesor Ilmu Kesehatan dan dietdi University Wexner Medical Center Ohio State, ada alasan mengapa lapar bisa hilang setelah olahraga.

Buell mengatakan, bahwa pacuan adrenalin saat berolahraga menyebabkan tubuh mematikan beberapa fungsi sesaat yang tidak perlu, seperti rasa ingin makan. Tapi saat tubuh mulai rileks, keinginan makan pasti akan kembali.

Agar tak mengarah ke makan berlebihan, Lisa Moskovitz, RD, pendiri New York Nutrition Group menyarankan, “Jenis makanan terbaik untuk pemulihan lapar pasca olahraga meliputi protein dan karbohidrat. Protein membantu memperbaiki jaringan otot, yang kemudian meningkatkan kekuatan dan otot pertumbuhan, dan karbohidrat membantu memfasilitasi penyerapan protein ke dalam sel.”

Moskovitz biasanya merekomendasikan rasio 1:1 antara protein dan karbohidrat, yang berarti kira-kira 20 sampai 30 gram protein dan 20 sampai 30 gram karbohidrat, setengah jam atau satu jam setelah latihan dalam porsi kecil, atau masing-masing 3 sendok makan.

“Coba secangkir kecil yogurt dicampur dengan satu sendok teh madu dan setengah cangkir sereal,” katanya.

sumber: kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s