Mesir Beri 2 Pulau Ke Saudi, Rakyat Protes

Kunjungan Raja Salman ke Mesir (duniatimteng.com)

Kunjungan Raja Salman ke Mesir (duniatimteng.com)

Pernyataan ini dikeluarkan pemerintah di saat Raja Saudi Salman bin Abdulaziz sedang melawat ke Ibu Kota Kairo untuk lima hari, seperti dilansir oleh merdeka.com dari stasiun tv Aljazeera. Raja Saudi dalam pidatonya menyatakan dia terkesan dengan sambutan yang ramah dan gemuruh tepuk tangan dari para hadirin.
Riyadh telah memberikan sokongan dana cukup besar bagi pemerintah Mesir selepas Presiden Abdul Fatah al-Sisi, mantan panglima militer, naik jabatan dengan mengudeta Muhammad Mursi pada 2013. Pulau Tiran dan Sanafir berada di sebelah selatan jalur masuk Teluk Aqaba. Di sana juga ada pelabuhan milik Israel dan Yordania.

Proses perpindahan pulau itu akan memakan waktu enam tahun dan butuh ratifikasi parlemen.

Pejabat Saudi dan Mesir mengatakan dua pulau itu dulu adalah milik Saudi dan berada di bawah kendali Mesir setelah Raja Abdulaziz al Saud pada 1950 meminta Mesir melindunginya.

Dari laman CNN Indonesia, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir Ahmed Abu Zeid mengatakan “Pulau ini milik Saudi dan Mesir memilikinya atas permintaan dari Kerajaan, dan pintu keraguan, yang tidak memiliki dasar kebenaran, harus ditutup.”

Keputusan pemerintah Mesir menuai kemarahan masyarakat di media sosial. Tanda pagar “Awad menjual tanahnya”, judul lagu soal warga Mesir yang menjual negaranya, menjadi tren di Twitter.

Hal ini membuat warga Mesir menuduh Sisi telah menjual dua pulau tersebut.

Seorang komedian Mesir, Basem Yousef, yang kini hidup di pengasingan karena mengkritik Sisi menyuarakan protesnya di Twitter.

Yousef membandingkan Sisi dengan pedagang di pasar yang rela menjual negara dan warisan budayanya. “Datanglah tuan, pulau ini harganya satu miliar, piramida dua miliar, dengan dua patung di atasnya gratis,” tulis Yousef.

Pengacara veteran Mesir Khaled Ali bahkan mengajukan gugatan ke pengadilan atas keputusan Mesir soal dua pulau tersebut. Menurut Ali, berdasarkan perjanjian maritim tahun 1906 antara Mesir dan Kekaisaran Ottoman, dua pulau itu adalah milik Mesir. Perjanjian ini keluar sebelum berdirinya negara Arab Saudi pada 1932.

Sebuah kampanye protes juga digelar di Facebook. Kemarahan warga semakin menjadi setelah koran pemerintah Al-Ahram memberitakan bahwa Mesir memberitahu Israel soal penyerahan dua pulau tersebut kepada Saudi. Pemberitahuan ini disampaikan berdasarkan perjanjian dalam perundingan damai Mesir-Israel tahun 1979.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s