Perhatikan Tips Memilih Pasangan Sebelum Pernikahan

vimeo.com

vimeo.com

Punya perasaan sayang terhadap orang lain adalah hal yang wajar dan pasti dirasakan oleh seluruh manusia didunia. Bahkan Jatuh cinta dengan pasangan ataupun dasar dari pernikahan adalah rasa sayang. berbicara soal cinta dan pernikahan banyak orang yang merasa yakin akan sanggup untuk memenuhi janji pernikahan untuk “menerima kelebihan dan kekurangan pasangan”, namun pada kenyataannya tidak sedikit pernikahan yang berawal bahagia harus berakhir dengan perceraian.

Pernikahan dan perceraian bisa terjadi karena banyak hal. Percaya atau tidak, pernikahan dan perceraian yang dilakukan oleh sepasang suami istri bisa membawa dampak kepada banyak orang di sekitarnya, terutama anak-anak mereka.

Lalu bagaimana cara yang baik dalam memilih pasangan yang tepat untuk menemani hidup kita kelak?

Ada baiknya, sebelum mengikatkan diri kepada pernikahan, perhatikanlah tips langkah-langkah berikut:

1. Mempertimbangkan agama pasanganmu

Banyak orang-orang didunia ini yang mempunyai pasangan yang memiliki agama atau keyakinan yang berbeda. Pada awalnya mereka sangat yakin bisa mengatasi perbedaan itu saat sudah berkeluarga. Namun pada kenyataannya banyak dari mereka harus bercerai karna alasan perbedaan agama.

Hal ini haruslah dihindari seharusnya pasangan yang berbeda agama harus menyadari banyaknya perbedaan yang akan mereka hadapi saat berkeluarga. Bahkan hal masalah agama akan semakin rumit apabila kedua pasangan sudah memiliki anak dan menginginkan anaknya harus mengikuti agama yang mereka anut.

2. Ketahui kekurangan pasangan kamu agar kamu dapat memutuskan apakah kamu dapat menerima kekurangan tersebut atau tidak.

Umumnya, ketika sedang dalam masa awal pacaran, biasanya perasaan kita sedang berbunga-bunga sehingga kita seringkali lupa akan segalanya, terutama untuk yang baru pertama kali merasakan indahnya cinta.

Awalnya kita bisa menerima kekurangan-kekurangan pasangan kita. Tapi, lama kelamaan, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin dalamnya hubungan, kekurangannya akan menjadi semakin banyak. Perlahan tapi pasti, perasaan semakin pudar, tatkala kekurangannya lebih mendominasi kelebihannya.

3. Beritahu kekurangan kamu kepada pasangan.

Mudah berteori, tapi pasti butuh tahap dan waktu, juga strategi. Kalau di awal sudah membongkar semua kejelekan, bisa jadi pasangan impian kamu langsung ‘jijik’ dan pergi meninggalkan kamu. Namun demikian, bukan berarti kita harus menutupi kekurangan kita, karena jika memang dia mencintai kamu, dia akan menerima kamu apa adanya. Jika tidak, lepaskan. Jika memang jodoh, pasti akan kembali.

4. Bisakah kamu “membuka diri” untuk pasangan kamu?

Seseorang mungkin dapat mengatakan seribu kata cinta dan bersikap romantis kepada kamu, namun apa kamu dan pasangan kamu sudah siap untuk membuka diri dan membiarkan pasangan kamu mengetahui tentang ketakutan, pikiran, keinginan dan kekurangan masing-masing?

Jika kalian merasa tidak nyaman untuk melakukan hal tersebut, coba pertimbangkan lagi, apa benar kamu dan dia sudah siap untuk menikah? Coba tanya pada diri masing-masing, apa kamu atau dia yang belum siap untuk membuka diri atau malah kalian berdua sama-sama belum siap?

5. Intropeksi diri atau mencari kesalahan?

Coba telaah antara kamu dan pasangan kamu, apakah kalian bisa sama-sama intropeksi diri atau saling menyalahkan? Atau hanya satu pihak saja yang selalu intropeksi sementara yang lain menyalahkan? Jika kalian dapat saling mengalah dan intropeksi diri setelah tahu kekurangan pasangan masing-masing, maka kalian sudah selangkah lebih dekat ke jenjang pernikahan.

6. Mengenal perbedaan pria dan wanita.

Pria dan wanita pada kodratnya berbeda. Pria lebih cenderung menggunakan logika dan wanita lebih menggunakan emosi. Meski di zaman yang edan ini, banyak sekali pria yang kewanita-wanitaan dan wanita yang kepria-priaan, namun percaya lah kodrat tersebut tidak dapat diubah.

Sumber: Hong Kosan Djojo, http://www.kompasiana.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s