Gerbang Neraka Jadi Tempat Wisata?

mongol-rally-team-detour-turkmenistan-door-gate-of-to-hell-derweze-burning-hole-karakum-desert-gas-crater-_DSC3011

Beberapa tempat wisata memiliki keajaiban alam dan fenomenanya tersendiri. Seperti di Turkmenistan, di negara pecahan Uni Soviet itu terdapat destinasi wisata berupa tempat yang disebut sebagai ‘Gerbang Neraka’.

The Gateway to Hell adalah Lubang atau Kawah Berapi, Lubang berapi ini terdapat di jantung Gurun Karakum di Derweze, Turkmenistan, bukanlah akibat serangan terhadap Bumi yang diluncurkan dari luar angkasa. Lubang Berapi ini adalah kawah yang dibuat oleh ahli geologi lebih dari 40 tahun yang lalu, dan api terus membakar sejak saat itu. penduduk setempat menyebutnya, ‘The Gateway to Hell’ (Gerbang ke Neraka).

Sejarah Gerbang Neraka

Awal mulanya kawah ini dibuat oleh ahli geologi Uni Soviet lebih dari 40 tahun yang lalu. Mereka melakukan pengeboran lokasi pada tahun 1971 hingga dan menemukan sebuah gua penuh dengan gas alam. Tapi tanah di bawah kilang pengeboran runtuh, meninggalkan lubang dengan diameter 70 meter.

Untuk menghindari gas beracun, diputuskan solusi terbaik adalah membakarnya. Mereka berharap api akan menghabiskan semua bahan bakar dalam hitungan hari, tapi gas masih saja terbakar hingga hari ini. Penduduk setempat menjuluki gua ini “The Gateway to Hell”. Saat ini ‘pintu neraka’ menjadi objek wisata yang menarik bagi banyak turis.

Namun sudah lebih dari empat dekade yang lalu, dan kawah masih menyala. Nyalanya terlihat dari Derweze setiap malam. Tahukah, Derweze (juga dibaca Darvaza) berarti “gerbang” dalam bahasa Turkmen, sehingga penduduk setempat telah menjuluki kawah pembakaran “‘The Gateway to Hell”. Mungkin secara ekologi ini merupakan masalah, namun kawah ini juga menjadi salah satu dari beberapa atraksi wisata di Turkmenistan, menggambarkan jiwa petualang terhadap Karakum, di mana suhu di musim panas dapat mencapai 50 º C (122 º F) tanpa api dari Derweze.

Potensi Wisata

Meskipun Lubang Berapi ini telah dijuluki “The Gateway to Hell”, namun memiliki potensi sebagai tempat wisata. Presiden Turkmenistan Kurbanguly Berdymukhamedov mengeluarkan perintah bagi para pejabat lokal untuk menemukan cara untuk memadamkan api, setelah  kunjungannya ke kawah pada tahun 2010. Presiden menyatakan kekhawatiran bahwa api akan mengalirkan gas dari situs lain pengeboran di dekatnya, merusak ekspor energy penting Turkmenistan.

Negara ini mengekspor gas alam ke Eropa, Rusia, Cina, India, dan Pakistan. Turkmenistan memproduksi mencapai  1,6 triliun kaki kubik gas alam pada tahun 2010. Kementerian Minyak, Gas, dan Sumber Daya Mineral menargetkan tujuan mencapai 8,1 triliun kaki kubik pada tahun 2030.

Berikut adalah salah satu video yang dibagikan oleh salah satu wisatawan ke media sosial.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s