Jepang Buat Lift ke Luar Angkasa

 

879ae4e4-dde0-4fb2-89b0-c7acfe935a36_169

Mimpi manusia untuk bisa ke luar angkasa dengan banyak cara terus diwujudkan. Baru-baru ini, Jepang mengumumkan bahwa November 2015, mereka akan membuat lift ke luar angkasa. Tidak tanggung-tanggung, agar bisa mewujudkan lift yang mampu mengangkat muatan ke antariksa ini, Jepang mengalokasikan dana US$ 10 miliar untuk merealisasikan salah satu proyek ambisius ini.
Diwartakan CNN Indonesia, ide terkait lift ke luar angkasa ini sudah ada sejak 100 tahun lalu. Seorang teoritis astronotika asal Rusia bernama Konstantin Tsionkovsky sempat mengajukan ide untuk membangun sebuah menara tinggi yang berjarak ribuan kilometer higga mencapai cakrawala orbit. Selanjutnya, pada tahun 1960, Yury Artsutanov, seorang mahasiswa asal Leningrad Technology Insititute juga sempat mengajukan ide untuk membuat sebuah kabel yang menghubungkan titik dari garis ekuator dengan orbit geostasioner pada 35.786 km sehingga orbitnya tetap bisa menyesuaikan dengan lokasi bumi.

Ada pula seorang penulis fiksi ilmiah bernama Atrhur Clark yang pernah menuliskan idenya terkait lift luar angkasa. Dia mengemukakan ide terkait lift ini di dalam novelnya yang berjudul The Fountains of Paradise. Pada tahun 1999, ide Clark menginspirasi NASA dan tim risetnya yang bernama Scientific Research Institute untuk mewujudkan hal tersebut, setidaknya pada milenium ketiga.

Dari seluruh gagasan yang ada, belum ada yang mampu direalisasikan hingga berhasil. Tahun 1965, Sergei Korolev, seorang akademisi asal Rusia sempat memimpin percobaan dengan Rocket and Space Corporation Energia terkait sistem kabel di luar angkasa ini.

Namun disayangkan, di tengah pengerjaan, dia meninggal dunia sehingga pengembangan kabel ini ditunda hingga 20 tahun selanjutnya. Berbagai penelitian lain terkait sistem kabel ini pun sempat dilakukan oleh Amerika Serikat, Italia, dan Jepang. Tapi, baru beberapa yang menemukan titik terang dari hasil penelitian ini.

Beberapa tahun belakangan, penelitian Space Research Institute dari Russian Academy of Science sempat melakukan penelitian terkait pembuatan sistem kabel yang dapat memungkinkan kita dapat mengantarkan muatan ke bulan.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa proyek ini menggunakan 2 sistem kabel, dimana 2 kabel berada pada orbit bumi yang rendah, sedangkan 1 kabel berada pada orbit bulan.
Kabel-kabel ini akan berfungsi seperti ketapel yang menghantarkan muatan dengan bantuan energi rotasi. Namun, lagi-lagi hasil penelitian ini belum bisa direalisasikan hingga saat ini.

Jepang memang negara yang didukung dengan kemajuan teknologi yang tinggi. Namun, ide terkait pembuatan elevator ke luar angkasa ini memang bukanlah hal yang mudah.

Negara ini setidaknya harus bisa membuat sebuah kabel ringan, namun memiliki kekuatan serta massa jenis 6 kali lebih ringan daripada baja. Industri teknologi baru mampu membuat tabung nano dari karbon berdiameter 1 mm yang dapat mengangkut 60 metrik ton muatan.

Inipun ternyata masih melebihi batas dari yang dibutuhkan untuk membuat lift ke luar angkasa. Selain itu, sampah antariksa serta getaran alami yang dihasilkan dari kabel untuk lift ke luar angkasa ini juga bisa merusak daya tahan kabel itu sendiri.
Di sisi lain, lift ini juga nantinya akan membutuhkan baterai dengan tenaga yang dapat mendukung proses pengangkutan muatan.

Hal ini jelas akan menjadi tantangan bagi Jepang. Namun terlepas dari hal itu, lift ke luar angkasa ini akan menjadi suatu penemuan spektakuler di abad ke 21 bila Jepang mampu merealisasikannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s