Hillary Clinton Bicara Kebijakan Internasional

Sumber: slate.com

Sumber: slate.com

Hillary Clinton, salah satu kandidat bakal calon presiden Amerika serikat dari partai demokrat untuk pemilihan umum 2016, membuat argumen mengenai kebijakan luar negeri Amerika Serikat, terutama yang berkaitan dengan konflik Suriah, bagaimana menangangi ISIS dan merespons kampanye militer Rusia. Disiarkan oleh CNN, kandidat Hillary Clinton mengatakan bahwa AS  seharusnya mengambil peran lebih dalam konflik Suriah.

“Saya pikir penting bagi AS untuk membuat jelas kepada Putin (Presiden Rusia) bahwa tidak bisa diterima, kehadirannya di Suriah menciptakan lebih banyak kekacauan, mengebom penduduk atas nama Assad (Presiden Suriah), dan kita tak bisa melakukan itu jika kita tak mengambil posisi memimpin, yang saya usulkan,” kata Clinton.

Ia berpendapat agar melibatkan Rusia dalam menciptakan solusi konflik Suriah demi terciptanya perdamaian. Clinton juga Ia juga menegaskan dukungannya untuk menciptakan zona bebas terbang di Suriah.

“Saya mencoba mencari tahu apa pengaruh kita untuk membawa Rusia ke meja (perundingan). Diplomasi bukan soal mendapatkan solusi sempurna. Ini tentang bagaimana Anda menyeimbangkan risiko,” katanya.

Berada tepat di belakang Clinton dalam jajak pendapat, senator Vermont Bernie Sanders yang memproklamirkan diri sebagai sosialis tidak setuju atas pembentukan zona larangan terbang, menggambarkan konflik di Suriah sebagai “rawa di rawa.”

“Saya akan melakukan segala sesuatu yang saya bisa untuk memastikan bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam rawa lain seperti yang kita lakukan di Irak, yang kebijakan luar negeri terburuk dalam sejarah negara ini,” kata Sanders.

Ancaman terbesar

Clinton mengatakan bahwa ancaman terbesar bagi AS adalah penyebaran senjata nuklir.

“Materi nuklir yang bisa jatuh ke tangan yang salah. Saya tahu teroris terus berusaha mencapatkannya, dan itu sebabnya kita harus tetap waspada, namun juga bersatu di seluruh dunia untuk menghindarinya,” ucap Clinton.

Bagi Sanders, ancaman terbesar adalah perubahan iklim. Jim Webb, mantan senator, mantan marinir dan veteran perang Vietnam mengatakan bahwa ancaman terbesar adalah hubungan AS dengan China, perang siber, dan situasi di Timur Tengah. Sedang mantan Gubernur Maryland Martin O’Malley berargumen bahwa ancaman terbesar adalah Iran dan ISIS.

Debat Partai Demokrat ini relatif lebih bersahabat, kontras dengan debat Partai Republik, yang masing-masing kandidatnya punya perbedaan pandangan secara signifikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s