Tim Peneliti Temukan Spesies Baru Manusia Purba

South African Deputy President Cyril Ramaphos (C) and professor Lee Berger hold a replica of  the skull of a Homo Naledi, a newly discovered human ancestor during the unveiling of the discovery on September 10, 2015 in Maropeng. A new species of human ancestor, Homo naledi, estimated at about 2.5 to 2.8 million years old was discovered at the "Cradle of Humankind", about 50 kilometres northwest of Johannesburg. At about 5 feet tall and only 100 or so pounds, and with a brain only about the size of an average orange, H. naledi is a startling combination of australopith-like and human-like features that, until now, was entirely unknown to science, researchers said. AFP PHOTO/STEFAN HEUNIS

South African Deputy President Cyril Ramaphos (C) and professor Lee Berger hold a replica of the skull of a Homo Naledi, a newly discovered human ancestor during the unveiling of the discovery on September 10, 2015 in Maropeng. A new species of human ancestor, Homo naledi, estimated at about 2.5 to 2.8 million years old was discovered at the “Cradle of Humankind”, about 50 kilometres northwest of Johannesburg. At about 5 feet tall and only 100 or so pounds, and with a brain only about the size of an average orange, H. naledi is a startling combination of australopith-like and human-like features that, until now, was entirely unknown to science, researchers said. AFP PHOTO/STEFAN HEUNIS

Tim peneliti baru-baru ini  menemukan beberapa tulang-belulang di kawasan Afrika Selatan yang kemudian diyakini sebagai fosil spesies baru dari manusia purba. Para peneliti yang proyek eksplorasinya dibiayai oleh National Geographic ini sedang menyusuri area kawah Rising Star yang jaraknya sekitar 50 kilometer dari kota Johannesburg, menemukan fosil manusia purba berupa tulang-belulang yang berada di dalam ruang gelap nan kecil di dekat situ.

Ada sebanyak 1.500 potongan tulang termasuk kerangka rahang yang setidaknya berasal dari sekitar 15 manusia purba yang melingkupi bayi, remaja, serta satu orang dewasa. Tim peneliti mengatakan, masih ada ribuan potongan tulang yang tersisa di dalam ruang kecil gua, namun mereka tertimbun kotoran yang menyelimuti lantai ruangan.

The Guardian mewartakan, pemimpin penelitian menyatakan temuan tulang tersebut telah mengungkap spesies baru dari keluarga manusia purba. Kendati belum bisa menentukan berapa usianya, mereka telah memberinya nama Homo naledi — naledi memiliki arti “bintang” dalam bahasa lokal Afrika Selatan, Sesotho. Jika dilihat dari bentuk tulang, mereka berpendapat bahwa Homo naledi ini mirip seperti nenek meyang Homo erectus.

Diketahui Homo erectus telah menjelajah Afrika bagian selatan sekitar 1,5 juta tahun lalu.

“Kami menemukan spesies baru yang kemudian ditempatkan di genus Homo. Sungguh menakjubkan,” kata ahli paleontologi dari University of Witwatersrand, Lee Berger yang juga memimpin penelitian tersebut.

Berger menggambarkan naledi sebagai makhluk yang kurus, berkaki panjang, serta ukuran otak yang kecil seperti jeruk. Sementara urusan gender, Berger meyakini naledi laki-laki memiliki tinggi sekitar 1,5 meter, sementara naledi perempuan sedikit lebih pendek.

Pengukuran dari tulang yang mereka temukan dianggap menyimpan misteri mengenai campuran kera purba dan manusia modern. Otak kecil seperti gorila, serta gigi yang juga kecil dan tak banyak. Kemudian bentuk tangannya juga terbilang sudah modern karena menunjukan mereka mampu membuat perkakas standar.

“Homo naledi secara keseluruhan menyimpan semacam ‘garansi’ untuk bisa bergabung di dalam genus Homo,” tambah John Hawks dari University of Wisconsin-Madison, mengutip CNN.

 

sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s