Di Ambang Perang Saudara, Yaman Minta Bantuan

P1-BT160_LIONDO_G_20150322180003

Seperti yang dikutip Kompas dari BBC Indonesia menyampaikan, Menteri Luar Negeri Yaman meminta bantuan kepada negara-negara Teluk untuk mengintervensi konflik antara pemerintah Yaman dan kubu pemberontak Houthi. PBB memperingatkan konflik itu bisa berujung pada perang saudara.

Seruan Menlu Yaman, Riad Yassin, diutarakan kepada surat kabar Arab Saudi, Asharq al-Awsat. Dalam seruannya, Yassin meminta Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mengintervensi. Dia sebelumnya telah meminta PBB dan GCC untuk menerapkan zona larangan terbang setelah sebuah pesawat menghantam istana kepresidenan di Aden, pada akhir pekan lalu.

Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi, pekan lalu. Hadi berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kaum Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut.

Walau demikian, Arab Saudi bertekad akan membantu Yaman.

“Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan secara damai, kami akan mengambil langkah-langkah yang sepatutnya untuk melindungi kawasan dari agresi,” kata Menlu Arab Saudi, Saud al-Faisal.

Kepada BBC, utusan PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, mengatakan situasi di Yaman harus diperlakukan secara hati-hati mengingat perang saudara bisa meletup kapan saja.

“Saya pikir tiada satu kubu pun yang akan menang jika perang sipil terjadi. Satu-satunya cara untuk maju ialah negosiasi, yang membuat semua pihak memberi konsesi dan kompromi,” kata Benomar.

Milisi Houthi, yang berjuang untuk mendapatkan peningkatan otonomi di Provinsi Saada, telah melancarkan pemberontakan secara berkala sejak 2004 lalu.

Namun, aksi mereka yang paling signifikan terjadi sejak Juli 2014 lalu. Kelompok Houthi mampu mengalahkan kelompok milisi dan suku lainnya yang disokong Partai Sunni, Islah, selagi menerobos ke wilayah barat dan tengah negeri.

Puncaknya berlangsung pada September 2014 ketika mereka mampu menguasai Ibu Kota Sanaa, menyandera staf kepresidenan, dan menembaki kediaman Presiden Hadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s