UNICEF Soroti Ketimpangan Pendidikan di Negara Miskin

1938585Vaksinasi-Polio-Suriah1780x390

Anak-anak kurang mampu dibeberapa negara miskin mendapatkan kesulitan untuk menuntut pendidikan. Hal ini dikarenakan anggaran pendidikan lebih dirasakan oleh orang-orang mampu. Hal tersebut terungkap dalam laporan penelitian, badan pendidikan PBB, UNICEF, yang diluncurkan saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss.

Menurut UNICEF, yang dikutip BBC Indonesia, hampir setengah dari anggaran pendidikan di negara-negara berpenghasilan rendah dipusatkan pada 10% penduduknya. Hal itu berarti, murid yang lebih miskin di negara-negara miskin malah mendapat kesempatan yang paling sedikit.

Masalah itu khususnya ditemukan di negara-negara Afrika di bagian bawah Gurun Sahara walau penelitian yang dilakukan memperlihatkan masing-masing negara di kawasan itu memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

UNESCO menyarankan agar investasi dalam pendidikan didistribusikan secara lebih merata agar semua murid mendapat akses, termasuk yang paling mungkin tertinggal, seperti anak miskin, maupun yang tinggal di pedesaan, perempuan serta dari kelompok minoritas.

Penelitian menemukan bahwa anak laki-laki kaya di perkotaan sering menikmati pendidikan yang lebih lama dibanding anak perempuan di pedesaan. Sekitar 20 persen murid yang kaya bisa menerima sumber daya umum yang 18 kali lebih banyak dibanding 20 persen murid yang miskin.

Saat ini telah bergerak kampanye global untuk memberikan tempat di sekolah dasar bagi 58 juta anak-anak di dunia yang masih belum mendapat pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s